Category: Uncategorized

  • Kenapa Sakit Gigi Cenderung Kambuh saat Cuaca Dingin??

    Salah satu masalah yang sering dikeluhkan pada saat cuaca dingin adalah sakit gigi yang sering kambuh. Sakit gigi yang sering kambuh saat cuaca dingin dipengaruhi oleh faktor pada gigi itu sendiri, yaitu gigi sensitif. Kenapa gigi bisa menjadi sensitif ??

    Gigi mempunyai 3 lapisan, lapisan paling luar adalah enamel/email, lapisan tengah dinamakan dentin dan lapisan terdalam adalah pulpa. Ciri-ciri gigi sensitif adalah gigi yang cenderung sering ngilu, saraf yang ngilu ketika gigi tersebut sensitif  berada di lapisan pulpa. Namun rasa ngilu tersebut dipicu oleh pergerakan cairan yang ada pada lapisan dentin, ketika lapisan dentin terekspose maka rasa ngilu tersebut bisa terjadi terutama pada saat perubahan suhu atau cuaca dingin.

    Lapisan dentin yang terekspos bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

    1.       Gigi yang berlubang

    2.       Gusi yang menurun, yang membuat leher gigi terlihat

    3.       Rusaknya lapisan terluar gigi, yaitu enamel. Rusaknya bisa karena agresi, abrasi ataupun erosi

    Ada beberapa cara untuk menangani gigi yang sensitif, yang pertama menghangatkan rongga mulut dengan cara minum air yang hangat atau bernafas menggunakan hidung karena udara yang masuk melalui hidung akan melakukan penyesuaian suhu sehingga rongga mulut tidak menjadi dingin. Jika bernafas menggunakan mulut maka udara yang masuk langsung mengenai gigi dan bisa membuat ngilu. Cara selanjutnya adalah dengan merawat enamel atau email gigi, bisa dengan sikat gigi rutin 2x sehari,  gunakan sikat gigi yang bulu sikatnya yang halus, dan   menyikat gigi dengan cara membulat, pelan-pelan atau tidak perlu terlalu kasar sehingga enamel gigi tidak mudah terkikis. Gunakanlah pasta gigi khusus gigi sensitif, pasta gigi yang bertujuan untuk melindungi gigi sensitif biasanya mengandung kalsium dan fluoride (mineral).

    Kesimpulannya adalah gigi sensitif merupakan salah satu penyebab paling umum sakit gigi cenderung sering kambuh pada cuaca dingin. Ada banyak kemungkinan penyebab lain yang juga dipengaruhi suhu, seperti permasalahan sinus atau gusi yang tidak sehat.

  • Kondisi Gigi yang Perlu Dilakukan Perawatan Ortodonti

    Perawatan ortodonti atau behel merupakan perawatan terhadap kondisi gigi tidak normal yang mempengeruhi fungsi dan estetis wajah sehingga menjadi kurang menarik serta mengurangi kepercayaan diri seseorang.

    Perawatan ortodonti atau behel merupakan perawatan terhadap kondisi gigi tidak normal yang mempengeruhi fungsi dan estetis wajah sehingga menjadi kurang menarik serta mengurangi kepercayaan diri seseorang. Perawatan ortodonti dilakukan setelah melewati beberapa tahapan, antara lain tahapan pemeriksaan kondisi rongga mulut agar bisa dianalisis pemasalahannya, pemeriksaan rontgen, cetak gigi, scaling, pencabutan (jika diperlukan), pemasangan behel, kontrol dan pelepasan.

    Berikut beberapa kondisi gigi yang disarankan untuk melakukan perawatan ortodonti

    • Gigi berjejal

    Kasus gigi berjejal bisa dilakukan perawatan ortodonti untuk mengembalikan estetika senyum, jika gigi rapi maka senyum dari pasien akan kembali menjadi lebih bagus.

    • Gigi Maju atau Gigi Tonggos

    Banyak faktor yang menyebabkan gigi menjadi maju, mulai dari kebiasaan buruk menghisap ibu jari dan penggunaan dots dalam jangka waktu yang lama. Gigi Tonggos bisa dinormalkan kembali dengan melakukan perawatan ortodonti.

    • Gigi Cameh

    Rahang bawah lebih maju daripada rahang atas bisa disebut gigi cameh atau cakil, gigi cameh bisa dirawat dengan menggunakan behel. Apabila gigi cameh diidentifikasi lebih awal maka perawatan orthodontinya akan lebih cepat selesai dan perawatannya pun akan lebih maksimal.

    • Gigi Rotasi atau Berputar

    Pada kasus gigi rotasi ini harus dirawat menggunakan ortodonti, karena apabila ada gigi yang berputar akan mengganggu dari interdigitasi atau hubungan gigit antara rahang atas dan bawah. Hal ini menyebabkan fungsi pengunyahan terganggu, yang jika dibiarkan lama-kelamaan akan berefek pada sendi rahang atau fungsi TMJ.

    •  Gigi Bercelah

    Adanya space pada gigi depan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya frenulum atau tali bibir yang panjang dan bisa juga disebabkan karena jumlah gigi yang kurang. Gigi bercelah bisa dirawat dengan perawatan behel atau kawat gigi.

    • Gigi Overbite atau Gigitan Dalam

    Gambaran dari Gigi Overbite adalah rahang atas bisa menutupi dari setengah ukuran panjang gigi rahang bawah, jadi apabila kita tersenyum gigi bawah kita terlihat tenggelam.

    Kasus seperti  crossbite (gigitan silang), open bite (gigitan terbuka) dan scissor bite bisa dirawat dengan kawat gigi atau behel.

  • Gigi Gingsul, Apakah Bisa Sebabkan Masalah?

    Gigi gingsul merupakan gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya, atau terletak di luar lengkung gigi yang seharusnya.

    Banyak faktor dan yang menyebabkan gigi gingsul (gigi ektopik) tumbuh, antara lain :

    • Ukuran rahang tidak sesuai dengan ukuran gigi

    Ukuran lengkung rahang yang kecil atau sempit lalu ukuran gigi yang besar dan lebar adalah faktor yang bisa menyebabkan gigi gingsul tumbuh.

    • Kesundulan gigi

    Kesundulan gigi sering terjadi pada saat masa pertumbuhan gigi. Dipengaruhi oleh kondisi gigi susu yang belum tanggal namun gigi tetap sebagai penggantinya sudah mulai tumbuh, dan gigi tetap tersebut mencari jalan lain untuk keluar sehingga terbentuknya gigi gingsul.

    • Gigi susu tanggal sebelum waktunya

    Gigi cenderung bergeser ke area yang kosong, ketika gigi tetap tumbuh ruangnya sudah tidak cukup lagi. Hal ini juga berkaitan dengan kebanyakan gigi gingsul terjadi pada gigi taring, karena gigi taring merupakan gigi tetap yang terakhir tumbuh sehingga berpotensi tinggi untuk tidak mendapatkan ruang pada rahang.

    Permasalahan yang bisa muncul karena efek dari gigi gingsul

    • Gangguan fungsi pengunyahan

    Gigi ektopik biasanya cenderung tidak berinteraksi dengan gigi lawannya, sehingga fungsi gigi tersebut menjadi tidak maksimal. Dan sebaliknya, jika gigi ektopik berkontak lebih erat dibandingkan gigi lainnya, bisa membuat gigi lain penggunaannya menjadi tidak seimbang.

    • Mudah berlubang

    Gigi gingsul mudah berlubang karena pembersihan yang kurang maksimal. Posisi gigi gingsul biasanya kurang bisa dijangkau oleh sikat gigi, namun sebaliknya jika posisinya lebih keluar maka akan sering terkena sikat gigi. Terlalu sering terkena sikat gigi membuat abrasi atau terkikis pada area leher gigi, nah hal ini bisa mengakibatkan gigi ngilu.

    • Rawan permasalahan gusi

    Gigi gingsul rawan menyebabkan permasalahan gusi. Mulai dari gusi memerah, gusi bengkak atau gusi sering berdarah. Permasalahan gusi ini bisa disebabkan karena kebersihan gigi yang kurang terjaga, seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa gigi gingsul kurang bisa dijangkau oleh sikat gigi, nah hal ini bisa menyebabkan karang gigi menumpuk sehingga rawan menyebabkan permasalahan gusi.

    • Permasalahan estetika

    Pada beberapa kasus, gigi gingsul bisa menjadi ciri khas dan menambah cantik atau manis seseorang. Namun tidak sedikit juga justru mengganggu penampilan dan membuat seseorang menjadi kurang percaya diri.

    Ketika permasalahan yang ditimbulkan oleh gigi gingsul lebih banyak daripada manfaatnya, sebaiknya lakukan perawatan. Perawatan yang biasa untuk mengatasi gigi gingsul adalah ortodonti atau behel. Perawatan ortodonti bisa mengembalikan gigi gingsul sejajar dengan posisi gigi lainnya pada lengkung gigi, sehingga memaksimalkan fungsi rongga mulut.

  • Apakah Bahaya Sisa Akar Gigi tidak dicabut?

    sisa akar gigi graham bawah

    Pada umumnya sisa akar gigi memang tidak memberikan efek rasa sakit sehingga bagi sebagian orang
    dibiarkan begitu saja. Sisa akar gigi biasanya terjadi karena gigi berlubang atau trauma. Gigi berlubang yang tidak dirawat dalam waktu yang lama menyebabkan mahkota gigi habis. Sedangkan pada kasus
    trauma, biasanya terjadi karena benturan atau kecelakaan sehingga mengakibatkan gigi lepas atau patah dan hanya menyisakan bagian akarnya saja.

    Sisa akar gigi harus segera dicabut agar tidak menyebabkan masalah lainnya, Sisa akar gigi pada prinsipnya memang harus dicabut, karena dapat mengganggu kesehatan rogga mulut. pada beberapa kasus sisa akar gigi menyisakan permukaan yang tajam, hal ini dapat melukai bagian dalam mulut, selain itu sisa akar juga dapat menyebabkan bau mulut, infeksi dan merupakan jalan masuknya kuman ke dalam tubuh.

    untuk penanganannya bisa dengan melakukan pencabutan pada dokter gigi. namun tergantung dari keadaan sisa akar gigi tersebut, apakah dapat dilakukan dengan pencabutan biasa atau perlu pembedahan khusus.

    Setelah sisa akar dicabut sebaiknya dibuatkan gigi tiruan agar gigi yang hilang dapat digantikan
    fungsinya oleh gigi tiruan tersebut.

    Punya kasus sisa akar gigi tertinggal? yuk kunjungi Victory Dental Care

  • Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Masa Kehamilan

    Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan. Ibu hamil sebaiknya tidak mengabaikan hal ini karena kesehatan gigi dan mulut dapat berakibat negatif pada kesehatan calon bayi jika tidak dirawat dengan benar.

    Seberapa penting menjaga kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan?

    Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan merupakan hal yang sangat penting, karena pada masa kehamilan biasa terjadi perubahan hormon. Perubahan hormon bisa menyebabkan perubahan pada keseluruhan sistem tubuh termasuk rongga mulut. Biasanya pada masa kehamilan sering sekali muncul beberapa keluhan atau masalah di daerah gigi dan mulut.

    Masalah gigi apa saja sih yang sering muncul pada masa kehamilan?

    • Meningkatnya resiko gigi berlubang

    Gigi berlubang bisa terjadi karena pada masa kehamilan di trimester pertama ibu hamil biasa mengalami gejala mual dan muntah. Mual dan muntah ini bisa menyebabkan kondisi rongga mulut menjadi lebih asam, kondisi asam ini yang membuat lapisan terluar gigi atau email menjadi lebih mudah larut. Email akan menjadi lebih gampang terserang bakteri salah satunya bakteri yang bisa menyebabkan gigi berlubang. Hal ini juga bisa memperparah apabila ibu hamil sudah memiliki gigi yang berlubang, biasanya perkembangan lubangnya akan lebih cepat dibandingkan kondisi saat normal.

    • Peradangan pada gusi

    Peradangan pada gusi bisa ditandai dengan gusi yang mudah berdarah atau dengan mengalami pembesaran pada beberapa bagian gusi. Hal ini bisa terjadi karena pada masa kehamilan pembuluh darah melebar di seluruh tubuh ibu hamil, salah satunya di daerah rongga mulut yang menyebabkan gusi ibu hamil lebih mudah berdarah dibandingkan kondisi saat normal. Hal ini akan menjadi parah apabila memiliki kondisi rongga mulut yang cukup kotor seperti memiliki kalkulus atau karang gigi.

    Perawatan gigi apa yang aman dilakukan pada masa kehamilan?

    Apabila ibu hamil mengalami keluhan pada masa kehamilan tidak perlu khawatir karena ada beberapa perawatan gigi yang cukup aman untuk dilakukan saat masa kehamilan, seperti tambal gigi dan scaling, namun perawatan-perawatan seperti pencabutan gigi, pengambilan foto rontgen dan pembedahan lainnya sebaiknya untuk dihindari terlebih dahulu pada masa kehamilan.

    Kapan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan gigi pada masa kehamilan?

    Perawatan gigi pada masa kehamilan bisa dilakukan kapanpun, terutama perawatan penambalan gigi dan pembersihan karang gigi (scaling). Untuk pencabutan dan perawatan pembedahan lainnya apabila perlu dilakukan, sebaiknya dilakukan di trimester kedua. Karena pada trimester kedua dianggap waktu yang paling aman untuk ibu hamil, sedangkan apabila dilakukan di trimester pertama ada resiko terjadi keguguran dan di trimester ketiga ada resiko terjadinya lahir prematur.

    Hal yang penting saat ibu hamil melakukan perawatan gigi pada masa kehamilan adalah ibu hamil harus memperhatikan posisi saat duduk di kursi gigi. Disarankan untuk pinggul daerah kanan itu harus lebih tinggi dibandingkan pinggul sebelah kiri, jadi ibu hamil harus lebih miring ke arah kiri untuk mencegah adanya pembuluh darah yang tertekan dan bisa menghambat nutrisi ke janin.

    Tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan

    Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan :

    1.   Sikat gigi 2x sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur

    2.   Tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi sembang

    3.   Perbanyak minum air putih

    Disarankan untuk melakukan pemeriksaan gigi dan mulut sebelum melakukan program kehamilan, agar kondisi gigi dan mulut lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih aman.

  • Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

    Bau mulut merupakan masalah yang sering dikeluhkan oleh banyak orang. Bagaimana tidak, bau mulut merupakan masalah yang sangat mengganggu terutama saat kita komunikasi terutama saat berbicara dengan orang lain. Bau mulut menyebabkan kita menjadi tidak nyaman dan akhirnya rasa percaya diri menjadi kurang.

    Penyebab Bau Mulut

    Ada banyak hal yang menyebabkan bau mulut, bisa disebabkan oleh faktor dari luar dan dalam tubuh kita. Faktor dari luar tubuh contohnya kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol dan sering mengkonsumsi makanan yang memiliki bau khas dan menyengat, bisa dari makanan yang mengandung rempah dan bawang-bawangan.

    Faktor dari dalam tubuh kita antara lain rongga mulut yang kurang bersih misalnya lidah kotor, sisa-sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi , gigi berlubang dan banyak karang gigi. Kondisi tertentu juga bisa menjadi penyebab bau mulut, seperti saat sedang berpuasa atau mempunyai penyakit lambung, penyakit pernafasan (pernafasan atas atau pernafasan bawah), dan tonsilitis.

    Cara menghilangkan bau mulut

    Berikut beberapa tips untuk menghilangkan bau mulut

    1. Kurangi konsumsi makanan yang menyebabkan bau mulut

    2. Sikat gigi minimal 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur

    3. Menggosok lidah dengan alat penggosok lidah

    4. Menggunakan obat kumur

    5. Flossing, penggunaan benang gigi ini bisa membuat gigi kita bersih dari sisa-sisa makanan yang terselip diantara gigi

    Bau mulut bisa dihindari dengan menjaga kesehatan gigi mulut, dan melakukan perawatan tambahan seperti menggunakan obat kumur, pembersih lidah, dan flossing. Jika keluhan bau mulut tak kunjung hilang, konsultasi ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya agar bisa dilakukan tindakan untuk mengatasinya, dan jangan lupa untuk rutin periksa gigi 6 bulan sekali.

  • Rutin Sikat Gigi, Terapkan Juga Cara Ini Agar Kesehatan Gigi Dan Mulut Lebih Terjaga

    Merawat gigi sangat penting untuk dilakukan, karena jika tidak dijaga kebersihannya dapat menimbulkan permasalahan pada gigi mulut. Tahukah kalian merawat gigi tidak cukup hanya dengan menyikat gigi saja loh. Ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut kita.

    • Menggunakan obat kumur

    Obat kumur tidak bisa menggantikan fungsi sikat gigi, namun merupakan perawatan tambahan yang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut kita. Penggunaan obat kumur dapat membantu membersihkan area-area yang tidak tercapai oleh sikat gigi. Namun, obat kumur tidak disarankan untuk anak usia dibawah 6 tahun, karena takut bisa tertelan.

    • Menggunakan dental floss atau benang gigi

    Benang gigi digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi, yaitu area yang cukup sulit dijangkau oleh sikat gigi. Menggunakan dental floss setidaknya digunakan satu kali dalam sehari

    • Pembersih Lidah

    Membersihkan sisa makanan dan plak yang berada di lidah dapat membantu menghilangkan bau mulut dan menjadikan nafas lebih segar.

    • Minum air putih

    Minum air putih dalam jumlah yang cukup terutama setelah makan dapat membantu meningkatkan kesehatan gigi dan mulut kita, karena sisa-sisa  makanan pada mulut dan sela-sela gigi dapat bersih secara menyeluruh.

    • Rutin periksa ke dokter gigi

    Periksakan gigi dan mulut ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali, sehingga jika karang gigi sudah menumpuk maka dapat dilakukan scaling (membersihkan karang gigi) dan apabila ada gigi yang berlubang dapat dilakukan penambalan sebelum timbul rasa sakit dan untuk menghindari bertambah lebar lubang tersebut.

    Menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak cukup dengan menyikat gigi saja, penjelasan diatas merupakan cara lain untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tak perlu menunggu munculnya permasalahan gigi mulut untuk mulai merawat gigi dan mulut, menjaga untuk mencegah timbulnya permasalahan, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.

  • Bagaimana Sih Cara Merawat Gigi yang Sudah Ditambal?

    Hallo sobat Victory, pasti sobat Victory ada yang udah pernah menambal gigi kan? Sudah tau belum gimana sih cara merawat gigi yang ditambal? Yuk simak penjelasan berikut.

    Tambal gigi merupakan proses untuk mengatasi permasalahan gigi rusak berlubang. Proses tambal gigi saja tidak cukup untuk mengatasi gigi rusak berlubang, perlu beberapa perawatan setelah gigi ditambal agar tambalan tersebut bisa bertahan lama, perawatannya yaitu :

    • Hindari menyikat gigi terlalu keras

    Semakin keras kita menyikat gigi bukan berarti semakin bersih loh. Menyikat gigi terlalu keras justru membuat gigi dan tambalannya bisa terkikis.

    • Hindari konsumsi makanan minuman yang bersuhu tinggi

    Mengkonsumsi makanan minuman yang terlalu panas atau dingin dalam waktu bersamaan bisa menyebabkan gigi dan tambalannya mudah rapuh atau retak. Jika rapuh atau retak bisa mengakibatkan rasa ngilu.

    • Sikat gigi minimal 2 kali sehari

    Sikat gigi setelah sarapan atau malam hari sebelum tidur. Untuk menghindari munculnya lubang baru pada gigi.

    Dengan melakukan tips diatas, tambalan pada gigi pasti bisa bertahan lebih lama. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

  • Bleaching Gigi dan Manfaatnya

    Bleaching gigi merupakan kegiatan untuk mengatasi permasalahan gigi kuning dengan bahan kimiawi. Bleaching bisa memutihkan gigi secara efektif namun sifatnya tidak bisa bertahan secara permanen, hal tersebut bisa disebabkan oleh makanan dan minuman serta merokok. Memutihkan gigi dengan proses bleaching bisa bertahan lama dengan menjaga kesehatan gigi mulut dan menghindari zat pewarna.

    Berikut ini beberapa faktor yang membuat gigi menjadi kuning :

    • Tidak menggosok gigi secara rutin, setidaknya menggosok gigi minimal 2x dalam sehari
    • Sering mengkonsumsi makanan atau minuman berwarna
    • Kebiasaan sering merokok
    • Faktor genetik
    • Mengkonsumsi suplemen tertentu

    Manfaat bleaching gigi antara lain :

    • Percaya diri meningkat

    Gigi kuning pasti membuat malu dan tidak percaya diri untuk senyum menampakan gigi, dengan bleaching gigi bisa kembali putih bersih sehingga membuat rasa percaya diri kita meningkat dan tidak merasa malu untuk senyum menunjukan gigi.

    • Memperkuat kekuatan gigi

    Ketika noda pada gigi hilang, bisa memperkuat kesehatan gigi karena mengurangi kemungkinan gigi berlubang dan penyakit gusi yang disebabkan oleh plak.

    • Warna gigi lebih natural

    Bleaching membuat warna gigi lebih natural , artinya warna yang dihasilkan tidak mencolok.

    • Cepat dan praktis

    Bleaching termasuk proses yang praktis dan tidak memakan waktu banyak

    Bagi yang mempunyai keluhan gigi kuning, bisa coba dengan melakukan proses bleaching ini. Namun, di sisi lain tetap lah melakukan perawatan gigi dengan menyikat gigi secara rutin.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!